Serial Mata Kuliah Kajian Pemilu dan Demokrasi 2023

 Bagian 1 

Konsep dan Teori tentang Pemilu dan Demokrasi

Pemilu adalah prosedur khas untuk sistem demokrasi (negara semi – demokrasi), tetapi juga sistem yang tidak menghormati prinsip-prinsip demokrasi (rezim non-demokratis) sering menggunakannya. Karena posisi fungsional yang berbeda, mereka memenuhi berbagai fungsi. fungsi dasar yang hadir sebagai pemilihan (pemilu): delegasi perwakilan politik, pemilihan elit politik, legitimasi bagi elite/pemerintah yang berkuasa, kontrol atas otoritas, akuntabilitas politik, pembuatan program politik, pengembangan citra opini publik. semakin lama serangkaian pemilu yang tidak terputus yang dimiliki suatu negara, semakin masyarakatnya akan dijiwai dengan kualitas demokrasi. Benarkah demikian?


Bagian 2

Pemilu Otoriter

Pemilu otoriter berfungsi membantu memperkuat rezim otoriter dan mencegah demokratisasi. Pertama, pemilu otoriter berfungsi sebagai sarana mendistribusikan kekuatan politik di antara orang dalam dan orang luar rezim. Kedua, Pemilu yang kompetitif dapat mengidentifikasi elit berkualitas tinggi berdasarkan hasil dan kinerja pemilu, sebuah metode yang dianggap relatif adil dan efisien. Lantas bagaimana posisi dan peran dari oposisi?



Bagian 3

Partai Politik adalah Endemik Demokrasi

Partai politik menjadi yang paling signifikan berjalannya demokrasi. Namun pascaperang Dunia Kedua, teori demokrasi sering menegaskan bahwa partai politik mentransmisikan preferensi populer ke dalam kebijakan. Jika partai menyampaikan preferensi, pendapat, dan kepentingan konstituen kepada pemerintah, maka ekspresi kepentingan masyarakat atau penindasannya melalui sistem kepartaian akan sangat mempengaruhi kualitas demokrasi. Masuk parpol mau jadi apa?



Comments

Popular posts from this blog

Siti Aminah: Child abuse and neglect in orphanages in EAST JAVA Province (Study on forms of child abuse, anticipatory efforts developed children and the role of the orphanage)

Serial Mata Kuliah Metode Perbandingan Politik 2023

The politics of spatial planning in the city of Surabaya-Indonesia